kabar dari soraya (http;//itasoraya.wordpress.com)
Haid yang Datang Tidak Teratur (Oligomenore)
Pada wanita yang baru memasuki usia reproduktif ataupun yang baru mengakhiri usia tersebut, sangat umum untuk mengalami haid yang tidak teratur. Hal ini normal & biasanya merupakan akibat dari koordinasi yang kurang sempurna dari hipotalamus, kelenjar pituari & indung telur. Ada juga beberapa wanita yang tanpa alasan tertentu mengalami siklus menstruasi setiap 2 bulan sekali, tetapi bagi mereka hal tersebut adalah normal & bukan karena suatu masalah kesehatan.
Wanita yang mengalami PCOS (polycystic ovary syndrome) juga sering mengalami oligomenore. PCOS sendiri adalah suatu kondisi dimana indung telur berisi kista. Wanita yang mengalami PCOS mengalami haid yang tidak teratur, dapat berupa oligomenore, amenore atau bahkan haid yang sangat banyak. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan kadar hormon androgen yang berlebih dalam tubuh.
Selain itu ada juga beberapa faktor yang dapat menyebabkan haid menjadi tidak teratur pada wanita, yaitu:
- Stres emosional.
- Sakit kronis.
- Nutrisi yang kurang.
- Adanya kelainan makan seperti pada penderita anorexia nervosa.
- Latihan fisik yang berlebih.
- Adanya tumor yang mempengaruhi pengeluaran hormon estrogen.
- Penggunaan terlarang obat anabolik steroid untuk mendongkrak kemampuan atletis.
Para wanita penari balet profesional, pesenam & pemain ice skating, mereka yang beresiko tinggi untuk mengalami oligomenore, karena mereka mengkombinasikan latihan fisik yang berat dengan diet ketat untuk menjaga supaya berat tubuhnya tidak naik.
Haid yang datang tidak teratur, saat ini dikenal juga sebagai satu dari tiga masalah kesehatan yang dialami oleh atlet wanita, sehingga dijuluki dengan “female athlete triad”, yang lainnya adalah kelainan makan & osteoporosis. Ketiga masalah kesehatan ini dinamakan secara formal pada pertemuan tahunan dari the American College of Sports Medicine di tahun 1993, tetapi dokter telah mengetahui mengenai kombinasi masalah kesehatan antara hilangnya massa tulang, mudah patah tulang, kelainan makan dengan partisipasi wanita dalam bidang olahraga beberapa dekade sebelumnya. Para pelatih wanita mulai banyak menyadari mengenai hal tersebut sejak awal tahun 1990-an & mendorong para atlet wanita untuk mendapatkan konsultasi kesehatan mengenai hal